butir-butir embun yang membasahi permukaanmu yang indah
merah merona memanjaka kelopak mataku ketika memandangmu
sejuk, indah, meneduhkan shubuhku meski mentari menusuk-nusuk kelopak kornea-Q
tak ingin aku palingkan, meski hanya sekejap saja
karena takut bagiku kehilanganmu, dengann tangkasnya kumbang-kumbang yang hinggapimu
oh,,, ranum merahmu sudah cukup aku kehilanganmu dimasa lalu
serbuk sarimu termakan waktu yang semakin membunuh karakterku
karena tahukah diriu, betapa harapku begitu besar terhadapmu
tak mau aku kehilangan indahnya dirimu yang kedua kalinya
meski embun itu membalutimu, dan duri tajam menghujamku
tetap saja, harapku indah terhadapmu.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar