Sabtu, 30 Juli 2011

membisu cintaku

hakikat yang aku rasakan menembus kerongkongan kering hati ini
semu Rasa yang terasa berangsur-angsur membesar dan melekat erat
mengisi ruang-ruang kekosongan hati ini 
semakin hari semakin luap asaku
hingga tak terbendung dengan kediaman
karena yang aku mampu hanya bisa menatap dalam pejaman mata
dan berujar lewat sajak-sajak sederhana
yang mungkin tak bermakna dan membuat mata ini rabun membacanya
tapi sungguh,, ini adalah hakikat yang aku rasakan begitu indah
tak mau buas melebihi apa-apa yang aku tak mampu
biarkan ia tetap bersemi indah
 di tengah gurun-gurun pasir hembusan kering
karena dengan kediaman itu sudah cukup terasa indah
hakikat itu nyata,,, peerlahan akan mematikanku dalam kediaman
biarlah,,, biarlah,,, karena aku tak au pereduli dengan cemooh atau sekedar benalu yang merangkulnya
yang harus aku yakini Allah tau mana yang terbaik untuk ummatNya..... sungguh hakikat itu indah

Selasa, 26 Juli 2011

Tentangmu

pesona peluh yang merajut urat-urat kulitmu yang kian mengkerut
sum-sum tulang yang mulai peluh tak lagi kencang akan suhunya
suaramu pun semakin senja terdengar lemah
setelah kau jahit secara halus lembar-lembar sejarah dalam kehidupanmu
sulit aku gambarkan semua memoar tentangmu
karena guratan-guratan indah dalam sajak pun tak cukup banyak untuk menampung makna

kau adalah setitik mutiara surga yang di hadiahkanNya untukku
yang berkilau terang terpantulkan cahaya indah membelah gelap pada fokusnya
dengan ketulusan kasihmu telah mengajarkan makna kehidupan
cukup ujaranku membalut kalbu
dengan sajak-sajak sederhana yang tetap tak mampu mengungkapnya.....
duhai Ibu dah Ayah,,,, kasihmu tak terbatas ruang keheningan maupun keramayan
cintaku tak cukup saingi kasihmu yang sekian lama kau pupuk untuk anakmu ini.....

Senin, 25 Juli 2011

untkapan tentang rasa

ketika memang ukhuwah itu terasa pekat,,, harus terpisah dengan dentang waktu yang terus berjalan, ia kejam tak mau menunggu barang sejenak langkahku yang mulai melemah bersamamu sahabat, senyum, canda tawa semua berbalut dalam satu kata,,,, UKHUWAH yang indah yang ku rasa bersama kalian, di kota ini aku merajut kembali pesona cinta dalam ukhuwah yang Allah berikan dlam rahmatnya di tengah-tengah kita.......
aku sangat senang mengenal kalaian sahabat, setiap kesempatan demi kesempatan yang sudah terlewat seakan menjadi begian-bagian klise indah yang tersimpan rapih di memoiku,,,,,,,,, jangan pernah lupakan langkah yang kita rajut dalam mimpi-mimpi indah dikala malam datang dengan tegasnya.... karena mimpi itu menuggu kita dengan usaha yang kita punya.....

tak mampu berucap

rentan kemilaunya meneteskan air mata keharuan
ketika serbuk-serbuk perpisahan mulai terasakan
bukan mengubur asa, namun nyata itu sirna dengan detik-detik yang setia
kelak shubuh itu akan datang
membawa senyuman hangat mentari yang indah
dikala kita di pertemukan kembali kawan
meski memang nyatanya aku tak mampu berucp lebih