rentan kemilaunya meneteskan air mata keharuan
ketika serbuk-serbuk perpisahan mulai terasakan
bukan mengubur asa, namun nyata itu sirna dengan detik-detik yang setia
kelak shubuh itu akan datang
membawa senyuman hangat mentari yang indah
dikala kita di pertemukan kembali kawan
meski memang nyatanya aku tak mampu berucp lebih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar