Rabu, 12 Oktober 2011

dzuhur-Q mendung

aku melangkah dengan penuh kekosongan
menapaki semua lembaran-lembaran penghantar kesejukan
kuhadapkan tubuhku pada pangkuan sang pencipta
ketika guratan-guratan kecewa aku dapatkan dari apa yang aku harapkan
setelah ku basuh kulitku dengan kesejukan telaga kausa yang aku gambarkan
dalam dinginnya butir-butir jernih menyejukkan kobaran hatiku
aku diam, aku bungkam dan tak lagi dapat berkata banyak
hingga harapku habis termakan detik waktu yang ada di hadapanku
senyap,,,,,, sontak,,,,,, mengubur semua keramayan saat itu
aku tundukkan kepalaku pada semua pengaduan
"ya,, Allah, bukankah aku tidak sendiri??"
ujar hatiku memecah tabu siang itu
berlanjut dengan keharuan langkah yang terbayang begitu jauh
kata-kata yang tersusun begitu saja menghampiri setiap pendengaran nuraniku
tak tersadar bulir-bulir jernih air mataku melewati setiap guratan di kulitku
hingga terjatuh menghempas lantai yang mulai menua
aku bersimpuh pada dzuhur yang tabu
berbalut nikmat yang penuh akan misterinya
karena ternyata aku keliru pada jalanku
berharap penuh pada ujaran tabu.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar